KUKAR – Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kaltim Syaharie Jaang mengajak masyarakat menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Insiden tersebut menyebabkan Ignatius, warga Desa Kampung Baru, meninggal dunia. Sementara Lewi, warga Desa Bengen, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Syaharie menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Ignatius sekaligus mendoakan Lewi segera pulih.
Ia juga meminta masyarakat di Kampung Baru, Bengen, dan seluruh Kecamatan Tabang bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mengambil tindakan sendiri.
“Kita berharap secepatnya penegak hukum, yaitu jajaran Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Tabang, untuk menangkap para pelaku.
Oleh sebab itu, berikan kesempatan dan berikan kepercayaan kepada alat penegak hukum untuk melakukan kerja yang cepat,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Peristiwa yang menimpa Ignatius dan Lewi sebelumnya sempat memicu kemarahan warga. Pada Sabtu (8/8/2026), massa mendatangi sejumlah lokasi yang disebut berkaitan dengan pihak yang diduga terlibat.
Aksi kemudian berkembang menjadi perusakan sejumlah rumah dan pembakaran Warung Bule Jawa di Desa Bilah Talang.
Perkembangan terbaru, Camat Tabang Asmi Riyandi Elvander menyebut pihak-pihak yang diduga terlibat telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Kukar.
Kapolres Kukar juga turun langsung ke Tabang untuk memimpin olah tempat kejadian perkara. Pemerintah kecamatan masih menunggu rilis resmi kepolisian mengenai jumlah, identitas, peran masing-masing pihak yang diamankan, serta pasal yang dikenakan.
Saat ini kondisi di Tabang dilaporkan mulai kondusif. Pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan, kepala desa, dan kepala adat terus berkoordinasi untuk menjaga situasi.
Syaharie kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. “Mari kita jaga bersama Tabang kondusif. Mari kita jaga bersama Kutai Kartanegara dan Kaltim kondusif.” *













