Rakor Kesehatan Masyarakat, Bupati Syarwani Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bulungan

Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd. M.Si.

BULUNGAN- Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Kesehatan Masyarakat Tingkat Kabupaten Bulungan tahun 2025 dengan membawa tema “KolaboAKSI Kuat Untuk Generasi Sehat, Masa Depat Hebat” di Gedung Tenguyun lantai II kantor Bupati (12/11/2025).

Kegiatan ini di buka langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd. M.Si dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan drg. Imam Sujono. MAP beserta keluarga besar Dinas Kesehatan Bulungan, serta unsur Forkopimda, OPD lintas sektor, TP PKK, dunia usaha, akademisi, perbankan, camat, kepala puskesmas, dan narasumber dari doctor RSUD Dr.H.Soemarno Sosroatimodjo.

Dalam sambutanya, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd. M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bulungan. Namun, ia menegaskan bahwa angka prevalensi stunting di daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ujar Bupati.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Melalui rapat koordinasi ini akan melakukan evaluasi dan perencanaan ulang strategi penanggulangan stunting, baik itu kepada ibu hamil, maka perlu memperkuat kolaborasi antar berbagai stakeholder, serta berbagi informasi mengenai langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk mengurangi prevalensi stunting di Kabupaten Bulungan.

Dengan sinergi yang baik antara Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga terkait, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Bulungan secara signifikan.

Bupati mengajak semua untuk terus menguatkan komitmen dan kepedulian terhadap upaya ini, baik melalui program-program yang telah berjalan maupun merancang kebijakan baru yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Syarwani menekankan pentingnya keselarasan program daerah dengan strategi nasional percepatan penurunan stunting. “Saya minta ada komitmen bersama dalam pengentasan stunting yang menjadi target nasional. Terutama instansi terkait yakni Dinas Kesehatan dan isntansi terkait hingga camat yang memiliki data untuk segera menindaklanjuti masalah stunting di Bulungan,” kata Syarwani.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bulungan drg. H. Imam Sujono. MAP, rakor ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, ini akan di bahas dalam pertemuan antara dinas kesehatan, puskesmas, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengevaluasi, menyinkronkan, dan merencanakan program-program kesehatan agar masyarakat berperilaku hidup sehat.

Lanjutnya, drg. H. Imam Sujono bahwa Tujuan dari rakor ini untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjalankan aktivitas fisik, makan sehat, tidak merokok, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Dan tujuan utama yaitu untuk menguatkan kembali komitmen kita di sektor pembangunan kesehatan di Kabupaten Bulungan sekaligus mengevaluasi pencapaian program strategis, serta mempercepat kolaborasi kerjasama dengan Rumah Sakit Dr.H.Soemarno Sosroatimodjo.

Drg. Imam Sujono. MAP, saat ini masih menjadi PR kita, sebab angka kematian bayi ini masih cukup lumayan tinggi, padahal saya berharap dengan Puskesmas dan di rumah sakit ada empat yang utama yaitu doctor spesialisnya, mudah-mudahan dalam rakor ini akan menghasilkan kesepakatan bagaimana cara menurunkan angka stanting dan kematian ibu hamil, penyakit AIDS dan malaria.

Kabupaten Bulungan sudah mengalokasikan anggarannya cukup untuk penanganan program nasional yang memang harus kita laksanakan bersama, tapi mudah-mudahan khusus ini dapat intervensi, dari data menunjukkan bahwa upaya kita telah berjalan, namun kita memerlukan kolaborasi kerjasama yang lebih intens dari semua lintas sektor bukan hanya masalah kesehatan saja melainkan masalah multisektorat yang berkaitan erat dengan social. Ujar drg. H. Imam Sujono. M.AP (red@)

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *