BULUNGAN – Kabupaten Bulungan terus menunjukan kometmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif dan berorentasi pada pelayanan public salah satunya di tandainya pemberian penganugerahan kepada Kepala OPD Kabupaten Bulungan baik Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Pendidikan, Kades, RT, Dan UMKM yang dinilai berhasil meraih Penganugerahan Bulungan Inovatif 2025.
Inovatif sendiri merupakan sesuatu yang baru atau bersifat pembaruan. Secara lebih luas, inovatif adalah proses menerapkan ide kreatif untuk menciptakan sesuatu yang baru, seperti produk, layanan, metode, atau solusi, yang membawa dampak dan nilai positif yang signifikan. Inovatif dapat berupa kreasi baru yang benar-benar orisinal atau pengembangan dan penyempurnaan dari hal yang sudah ada sebelumnya.
Penganugerahan tersebut di serahkan langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd. M.Si, turut di hadiri Kepala Dinas Kesehatan drg. H. Imam Sujono. M.AP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan Suparmin. S, Kepala Desa, Ketua RT, dan tamu undangan pada acara resmi di Gedung Tenguyun lantai II kantor Bupati Bulungan, (10/11/2025).
Dalam sambutanya, Syarwani, S. Pd. M.Si mengapresiasi kepada mereka yang telah menerima Penganugerahan Bulungan Inovatif 2025, ini sebagai bentuk dorongan agar setiap OPD atau instansi lainya mampu menciptkan inovasi yang berdampak nyata, meningkatkan evektifitas kerja biorkasi serta memperkuat daya saing daerah.
Kegiatan ini sekaligus apresiasi dalam penganugerahan Bulungan inovatif dan tentu kita sama-sama mengetahui apresiasi ini bukan hanya di internal saja, pemerintah daerah tapi juga beberapa inovasi yang telah kita lahirkan itu juga mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari berbagai kelembagaan baik dari pemerintah pusat yang memiliki fokus terkait dengan berbagai macam inovasi yang mungkin itu bisa menjadi solusi atas berbagai macam permasalahan dan juga upaya-upaya percepatan kemajuan pembangunan khususnya secara keseluruhan di Kabupaten Bulungan.
Lanjutnya, Penganugrahan inovatif ini kita bisa praktis dalam rangka penyusunan regulasi bagi seluruh daerah di Indonesia dalam rangka komitmen untuk memastikan support dan konsep pembangunan hijau yang berkelanjutan yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran pemerintah daerah dan itu terinspirasi dari konsep Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) yang sejak Tahun 2022 yang lalu kita titipkan melalui Alokasi Dana Desa yang kurang lebih 10% tapi juga kita memiliki konsep transfer anggaran kabupaten yang berbasis melalui Bulungan hijau yang setiap tahun kita kompetisikan dan diikuti oleh Kepala Desa di 74 desa dan ini menjadi rule model.
Dan ini menjadi proses praktis, nanti juga para pedagang UMKM, Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama mungkin sebelum akhir tahun 2025 ada tim dari kementerian yang akan turun untuk nanti sharing ataupun kita berbagi pengalaman.
Kemajuannya tidak hanya kita ukur jalan yang bagus tapi konsep Pembangunan yang dilaksanakan bagi generasi berikut inilah contoh yang ingin kita coba wariskan ke depan Kabupaten Bulungan akan terus berkembang tapi kita tidak boleh meninggalkan yang menyangkut kehidupan masyarakat, teman-teman Kades yang sangat antusias, di tahun 2026 alokasi dana desa untuk Bulungan Hijau sebelumnya 7 miliar akan di naikan menjadi 8 miliar. Ujar Bupati.
Saya titip di dalam kegiatan Bulungan Hijau yang wajib dilaksanakan oleh para pemenang lomba, komitmen kita berkaitan dengan isu keberlanjutan yang kita laksanakan di Kabupaten Bulungan dan tentu Saya berharap ini juga menjadi sebuah ekosistem pembangunan baru, karena kita bisa integrasikan jadi berbicara tentang isu lingkungan, tapi kita ingin paralelkan bahwa di samping isu lingkungan juga bisa berkaitan dengan kegiatan-kegiatan produktif ekonomi masyarakat masuk di kawasan hutan dalam konsep riset.
Berbicara tentang di lahan APL tapi juga di kawasan hutan pun kita bisa melaksanakan konsep transfer anggaran tersebut dengan mengintegrasikannya dengan program-program kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian kehutanan sehingga terus ini menjadi Inovasi dan saya berharap mudah-mudahan 18 desa yang kita tetapkan sebagai kawasan landscape kalianlah yang benar-benar dapat wujud nyata yang memang kita bisa lihat secara langsung.
Dalam pelayanan publik, Bupati juga mendorong kepada Dinas Kesehatan untuk 12 puskesmas, saya titip untuk dukungannya baik itu melalui digital, shering berbarengan dengan Dinas Pendidikan jadi nanti ke tahun selanjutnya melakukan video call dan bisa bermanfaat membantu kita semua. Ujar Bupati (Red).













