Pemberian Makanan Tambahan pada Balita, Ini Kata Pj Walikota Tarakan

Pj. Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si.

TARAKAN (Sentral Borneo) – Masalah gizi disebabkan oleh berbagai faktor. Kekurangan asupan makanan bergizi dan atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan kesehatan.

Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Tarakan. Dimana sasaran dari PMT berbahan pangan lokal ini adalah Balita Gizi Kurang, Balita Berat badan Kurang dan Balita dengan Berat Badan Tidak Naik, hal ini bertujuan agar Berat badan Balita kembali naik secara adekuat mengikuti kurva pertumbuhan, Berat Badan Kembali Normal dan menjadi Gizi Baik sehingga Kondisi Stunting pada Balita dapat dicegah.

Sementara Pj. Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si, saat menghadiri acara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita stunting yang diselenggarakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ibu di Balai KB, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara. Pada hari Kamis 12 September 2024

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Dimana kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Tarakan Utara beserta Lurah Juata Laut. Dalam sambutannya Pj. Wali Kota menyampaikan pemberian PMT ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting pada anak-anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan bantuan makanan bergizi yang diberikan dapat membantu meningkatkan status kesehatan dan gizi bayi serta balita, sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan cerdas.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita dan upaya pencegahan STUNTING. Kegiatan PMT lokal tersebut tidak hanya memberikan makanan tambahan saja tetapi disertai dengan edukasi, penyuluhan, konseling gizi dan kesehatan agar dapat mempercepat proses perubahan perilaku ibu dan keluarga dalam pemberian makan yang tepat sesuai dengan umur, penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan keamanan pangan.

PMT berbahan pangan lokal ini bukan untuk menggantikan makanan utama. PMT diberikan setiap hari dengan komposisi sedikitnya 1 kali makanan lengkap dalam seminggu dan sisanya kudapan. Makanan lengkap diberikan sebagai sarana edukasi implementasi isi piringku yang bergizi seimbang dengan mengutamakan 2 (dua) jenis sumber protein hewani. Ungkap Pj Walikota Tarakan (ADV).

By SB.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *