MTQ Nasional XXXI Resmi Dibuka, 37 Provinsi Ikut Ambil Bagian

SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI resmi dibuka di Arena Utama MTQ, Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jumat (12/9/2036) malam.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Pratikno, yang mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug.

Pratikno menyampaikan permohonan maaf Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, karena tidak dapat hadir secara langsung dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

“Bapak Presiden menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, karena tidak bisa hadir secara langsung. Hal ini dikarenakan bersamaan dengan tugas kenegaraan, menghadiri pertemuan para kepala negara di India,” ujar Pratikno.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah dari 37 provinsi yang hadir dan berpartisipasi dalam MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya, suku, dan tradisi tidak boleh menjadi penghalang untuk memperkuat persaudaraan.

“Bapak dan Ibu hadir membawa nama daerah masing-masing dalam satu rumah, yaitu Indonesia. Perbedaan gaya dan tradisi membaca Al-Qur’an adalah kekayaan bangsa dalam semangat persaudaraan untuk saling mengenal dan membantu,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan kebijakan baru penyelenggaraan musabaqah Al-Qur’an. Mulai tahun depan, MTQ Nasional akan digelar setiap tahun. Sementara itu, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ditiadakan dan digantikan dengan pelaksanaan MTQ.

Menurut Nasaruddin, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan festival Al-Qur’an terbesar yang juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Dibandingkan dengan MTQ Internasional, MTQ Nasional jumlah pesertanya jauh lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah cabang, golongan, dan kategori yang juga jauh lebih banyak,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Ia mengatakan, Jawa Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah penantian selama 47 tahun. Provinsi tersebut terakhir menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979. “Saya merasa bersyukur menjadi salah satu saksi terselenggaranya MTQ Tingkat Nasional ke-31,” ujarnya.

MTQ Nasional XXXI diikuti 37 provinsi dari seluruh Indonesia dengan total 2.242 peserta. Perhelatan ini mempertandingkan delapan cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI turut diawasi tujuh pengawas dan melibatkan 155 hakim nasional.

Dari arena pembukaan, Ketua III LPTQ Kaltim Jauhar Efendi melaporkan bahwa Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama istri turut mendapat perhatian khusus. Gubernur Jawa Tengah secara khusus menyebut Kaltim dalam sambutannya karena dua tahun lalu berhasil meraih juara umum.

Dalam defile kafilah, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud juga disebut ikut terjun langsung dan membaur bersama kafilah Kalimantan Timur.

Rombongan Kaltim turut diikuti Ketua II LPTQ Kaltim yang juga Kepala Biro Kesra, Dasmiah; Ketua III LPTQ Kaltim Jauhar Efendi; Sekretaris Umum LPTQ Kaltim sekaligus Ketua Kafilah, Rudi Kartono; Sekretaris I Hamsani; Sekretaris II Etty Shanty; para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Kaltim; serta 56 kafilah Kaltim. *

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *