BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran Bantuan Layanan Internet Satelit Starlink pada Kamis, 26 Juni 2025, bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Bulungan.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala DKIP Kabupaten Bulungan Hj. Andriana, S.H., M.A.P, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, para camat, serta kepala puskesmas, dan kepala desa dari wilayah yang direncanakan sebagai penerima bantuan.
Kegiatan ini bertujuan untuk: Pertama Menyampaikan informasi teknis dan administratif terkait penyaluran bantuan Starlink, termasuk kesiapan penerima dalam hal ketersediaan listrik, pembayaran langganan bandwith, serta skema pemanfaatan perangkat, yaitu pinjam pakai di tahun pertama dan akan dihibahkan pada tahun berikutnya.
Kedua Menyampaikan daftar desa penerima perangkat Starlink, dengan kriteria penetapan berdasarkan prioritas wilayah blank spot, arahan Bupati Bulungan, serta usulan dari Dinas Kesehatan dan hasil Musrenbang Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Kepala DKIP menegaskan pentingnya akses internet dalam mendukung pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa, sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kabupaten Bulungan.
Ia menyampaikan bahwa Starlink merupakan solusi alternatif yang efektif untuk menyediakan akses internet di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan konvensional, seperti fiber optik atau sinyal seluler.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa sebanyak 28 unit perangkat Starlink akan disalurkan kepada desa, sekolah, dan puskesmas yang telah memenuhi kriteria penerimaan.
Bantuan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan konektivitas di wilayah blank spot dan meningkatkan akses informasi masyarakat secara merata.
Selain penyampaian informasi teknis, rakor ini juga menjadi forum diskusi dan masukan langsung dari para camat dan kepala desa, khususnya mengenai lokasi-lokasi di wilayah mereka yang masih tergolong blank spot atau belum terjangkau jaringan seluler.
Masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan lokasi bantuan tambahan ke depan. ***













