TARAKAN, Sentralborneo.com – Munculnya kabar bahwa ayam potong di Pasar- Pasar terkena virus flu burung, bahkan beredarnya surat pemberitahuan muncul di medsos tentang hasil pemeriksaan atau sempel Live Bird Market (Ujian Avian influenza) pada unggas yang di jual di pasar Tenguyun dan pasar Guhser oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan mengakibatkan pasar penjual ayam sepi.
Menanggapi isu dan surat edaran yang muncul di Medsos, Dinas Kesehatan Kota Tarakan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengadakan Konferensi Pers, turut hadir langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes di dampingi Kepala Bidang P2P Rinny Fadlina, S.K.M,. M. Kes, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Tarakan Paulus D. S.Ip, dan drh. Richard A. S. Situmorang Medika Veteriner di Kantor Dinas Kesehatan, Kamis (23/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes menjelaskan bahwa semua tidak benar, dan surat tersebut sebenarnya di tujukan untuk Kepala Puskesmas yang di Tarakan sebagai bentuk kewaspadaan dini, dan menghimbu kepada masyarakat bahwa tidak ada virus flu burung pada manusia, dan bahkan tidak ada lagi virus ini tersebar di Indonesia, walau sempat tersebar di luar negeri.
Jadi Pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, di berbagai wilayah Kota Tarakan, juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan memastikan ayam potong aman dikonsumsi. Ujar dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes.
Dan bagi pedagang makanan, kami tidak melarang makan daging ayam, yang terpenting masih segar dan sehat, juga diharapkan memasaknya benar-benar matang, bukan takut dengan flu burung akan tetapi bisa bikin Diare atau keracunan makan karena masaknya kurang benar.
Inilah tujuan kami adakan konferensi press hari ini, karena ada oknum yang menyebarkan berita itu dengan membuat pernyataan-pernyataan yang meresahkan masyarakat, akhirnya hari ini kami mengklarifikasinya, kepada media untuk disampaikan kepada masyarakat. Bahwa tidak benar ada ayam potong yang terkena virus flu burung, sekali lagi mengumsumsi makan ayam itu aman. Ungkap dr. Devi Ika Indriarti.
Sementara Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Tarakan Paulus D. S.Ip menanggapi isu tersebut memang tidak benar, kami merasa tersentuh khususnya di Dinas kami, apalagi adanya desakan tentang informasi yang telah beredar tentu membuat gaduh masyarakat, dan para pengusaha perternakan ayam, penjual ayam di pasar Tenguyun dan pasar Guhser hingga penjual makanan berbahan ayam minta di klarifikasi.
Lanjutnya, dan menurut yang ada 2 atau 3 tahun terakhir untuk mengujian sampel unggas di Tarakan, bahwa Flu Burung itu tidak ada, untuk tahun 2024 mengambilan sampel sebanyak 87 negatif Flu Burung atau unggas dipasar untuk 4 Kecamatan, dan 2025 total sampel 56 negatif.
Kami juga kaget mendengar ada Flu Burung dan surat pemberitahuan di Medsos, akan tetapi kami juga setuju bahwa saat ini harus ada kewaspadaan, kami juga beberapa hari ini melaksanakan pembersihan kios-kios penjualan ayam di Tenguyun, karena itu penting menjaga kebersihan dan kesehatan, kami juga mengalakan program standar aman, sehat dan halal dengan memberikan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah bukti tertulis sah pemenuhan persyaratan higiene-sanitasi pada unit usaha produk hewan, termasuk pengolahan daging ayam.
Ada sudah beberapa memiliki sertifikat NKV dan ada baru mengajukan, karena ini wajib dimiliki untuk menjamin keamanan, kesehatan, dan keutuhan produk (ASUH), serta meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Ini sesuai dengan apa yang di katakan Bu Kadis Kesehatan Tarakan bahwa harus ayam yang segar bersih, sehat sesuai yang di harapkan Dinas Kesehatan, Ujar Paulus D. S. Ip. (AS)













