Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting “Anak Sehat Tumbuh Optimal” Di Kampung I

TARAKAN – Dalam upaya menekan angka Stunting, Kelurahan Kampung I Skip menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting sekaligus penyerahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Kampung I Skip Tarakan. Rabu (19/8/2026).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat bahwa pentingnya pencegahan stunting sebagai upaya menurunkan angka kasus di wilayah Kampung I. Kegiatan dihadiri oleh para ibu dan anak (balita) misalnya mengalami fluktuasi berat badan, serta melibatkan kader posyandu, bidan, kelurahan, Ketua RT dan RW, puskesmas Gunung Lingkas serta sejumlah warga yang peduli terhadap kesehatan keluarga.

Selain itu sosialisasi stunting adalah kegiatan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita, tentang stunting (tubuh pendek akibat kurang gizi kronis) serta cara pencegahan dan penanganannya melalui pemenuhan gizi seimbang, pola hidup sehat, dan deteksi dini, dengan tujuan mewujudkan generasi sehat dan berkualitas.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Acara sosialisasi stunting dibuka oleh Camat Tarakan Tengah Basriadi, S. STP, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini. “Pencegahan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan seluruh unsur lembaga yang peduli terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan penyuluhan dari perwakilan Puskesmas Gunung Lingkas mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, pola makan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Narasumber juga nanti akan memberikan materi tentang tanda-tanda stunting dan upaya pencegahan melalui konsumsi makanan bergizi, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin bagi ibu hamil.

Sebagai bentuk dukungan nyata, kami dari Pemerintah Kota melalui Kecamatan Tarakan Tengah sangat mendukung program ini dimana nantinya akan menyerahkan langsung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa bahan pangan bergizi kepada balita stunting. Baik bantuan telor dan daging ayam, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat dan mendorong peningkatan status kesehatan mereka.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Camat Tarakan Tengah serta kehadiran Ketua RT, RW, Kader Posyandu juga masyarakat dan diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Kampung I Skip, melalui sinergi antara PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. Ungkap Basriadi.

Lurah Kampung I Skip Diky Anugrah. SE. Mengatakan sosialisasi ini mengenai pencegahan dini maka perlu di dorong serta perlu berkolaborasi tentang mencegah Stunting, sebab ini tanggungjawab bersama, saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama di tingkat RT, RW dan Tim Kader dan tokoh masyarakat serta pemuda – pemudi untuk berperan aktif dalam upaya penurunan stunting, terlebih di wilayah kampung I Skip. Harapan kita di tahun 2026, angka stunting bisa turun secara bertahap,” imbuhnya.

Lanjutnya, Diky Anugrah menegaskan, penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Jika seluruh elemen masyarakat bergerak, maka penurunan stunting bukanlah hal yang sulit untuk dicapai, saya juga pesan untuk ibu-ibu selalu rutin ke posyandu untuk membawa anaknya tegasnya.

Sementara, Hartati dari perwakilan Puskesmas Gunung Lingkas menjelasakan Stunting bisa di lihat dari kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—dari janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Anak penderita stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan standar usia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penyebab Utama Kurang gizi kronis pada ibu hamil maupun pada anak sejak bayi. Pemberian makan yang tidak tepat, seperti tidak memberikan ASI eksklusif atau kualitas MPASI yang kurang baik. Infeksi berulang pada anak, seperti diare, cacingan, atau TBC. Sanitasi dan akses air bersih yang buruk di lingkungan tempat tinggal.

Dampak Jangka Panjang Pertumbuhan fisik terhambat sehingga anak tumbuh lebih pendek secara permanen. Perkembangan otak menurun, yang berakibat pada rendahnya kemampuan belajar dan prestasi sekolah. Daya tahan tubuh lemah sehingga anak lebih mudah sakit. Ungkapnya.

Dalam pencegahan stunting bukan hanya pemerintah yang perlu menangani hal tersebut tetapi memerlukan peran orang tua, terutama melalui pembiasaan pola makan sehat sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam pencegahan stunting melalui kebiasaan makan sehat terutama pada anak usia 5-6

Peran orang tua sangat penting dalam pencegahan stunting melalui kebiasaan pola makan sehat. Diperlukan pendidikan berkelanjutan agar orang tua memiliki pemahaman lebih luas tentang stunting ataupun makanan bergizi dan mampu menciptakan variasi makanan untuk anak. Ungkap Hartati. (Red).

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *