Festival Literasi Kaltim 2026 Bekali Pelajar SMKN 7 Samarinda dengan Kecakapan Digital dan Fotografi

SAMARINDA – Festival Literasi Kalimantan Timur Tahun 2026 terus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif bagi generasi muda. Salah satunya melalui Workshop Keamanan Literasi Digital dan Workshop Photography, menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim yang diikuti pelajar SMKN 7 Samarinda, Senin (31/8/2026), di Aula Kantor Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur.

Mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkarakter Melalui Budaya Literasi”, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur ini menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas melalui karya visual.

Pada sesi Workshop Keamanan Literasi Digital, narasumber Dafa Ezra Hafasyi mengajak para pelajar untuk lebih bijak dan waspada dalam menggunakan teknologi digital. Menurut Dafa, perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu dipahami, terutama oleh generasi muda yang sehari-hari sangat dekat dengan internet dan media sosial.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

“Literasi digital bukan hanya tentang bagaimana kita bisa menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana kita bisa menggunakannya dengan aman, bijak dan bertanggung jawab,” ujar Dafa.

Dalam paparannya, Dafa membahas sejumlah ancaman yang dapat muncul di ruang digital, di antaranya penipuan daring, phishing, pencurian identitas, peretasan akun, malware, penyebaran hoaks, hingga cyberbullying.

Pelajar juga diingatkan untuk menjaga keamanan data pribadi serta tidak sembarangan membagikan informasi sensitif di internet. Kemampuan memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya juga menjadi bagian penting dalam membangun kecakapan literasi digital.

“Sebelum membagikan sebuah informasi, biasakan untuk berhenti sejenak, periksa sumbernya, dan pastikan informasi tersebut benar. Jangan sampai kita justru ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” pesannya.

Sementara itu, sesi Workshop Photography menghadirkan Primayudha Amrullah sebagai narasumber. Workshop ini memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal fotografi tidak hanya sebagai aktivitas mengambil gambar, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan informasi dan cerita.

Pria yang akrab disapa Adding ini membagikan pengetahuan dasar fotografi, mulai dari komposisi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, perspektif, hingga pemanfaatan kamera smartphone untuk menghasilkan karya visual yang menarik dan komunikatif.

“Fotografi bukan sekadar bagaimana kita mendapatkan gambar yang bagus. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah foto bisa menyampaikan pesan dan bercerita kepada orang yang melihatnya,” jelas Adding.

Menurutnya, kemajuan teknologi kamera pada smartphone membuat kegiatan fotografi semakin mudah dilakukan oleh siapa saja. Karena itu, keterbatasan peralatan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pelajar untuk mulai berkarya.

Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya memperhatikan cahaya, komposisi, serta pemilihan sudut pengambilan gambar. Dengan memahami dasar-dasar tersebut, sebuah objek sederhana dapat diolah menjadi foto yang memiliki nilai estetika sekaligus informasi.

“Tidak harus menggunakan kamera mahal untuk mulai belajar fotografi. Dengan smartphone yang kita miliki, kita sudah bisa belajar melihat cahaya, menentukan komposisi, dan membuat sebuah cerita melalui gambar,” tambahnya.

Kehadiran dua workshop tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi bagi generasi muda perlu dilakukan secara luas dan kontekstual. Literasi digital membentuk kemampuan pelajar dalam memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara aman, sementara fotografi menjadi salah satu bentuk literasi visual yang mendorong kreativitas dan kemampuan berkomunikasi.

Melalui Festival Literasi Kaltim 2026, para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menyaring informasi, bijak dalam berinteraksi di ruang digital, serta berani menghasilkan karya yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (*)

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *