Penurunan Perahu Tujuh Dulung, Kharisma Event Tahunan Nusantara Kota Tarakan

TARAKAN – Festival Budaya Iraw Tengkayu Ke-15 kembali di gelar tahun 2026, namun ada perubahan dari sebelumnya di bulan Oktober 2025 lalu, kini di tanggal 5 Juli 2026, dimana Penurunan Perahu Tujuh Dulung di Kawasan Wisata Ratu Intan, Pantai Amal, tidak mengurangi suasana Kharisma Event Nusantara-nya.

Prosesi penurunan dan pelarungan Padaw Tuju Dulung merupakan puncak acara dari Festival Iraw Tengkayu XV yang diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Juli 2026. Ritual sakral ini diadakan di kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, sebagai wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan rezeki hasil laut.

Turut hadir Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., beserta istri serta Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, beserta istri, Drs. H. Sanusi, M.Si.,Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara mewakili Gubernur Kaltara di Puncak Festival Budaya Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 yang ditandai dengan prosesi adat Penurunan Padaw Tujuh Dulung di Kawasan Wisata Ratu Intan, Pantai Amal, Minggu (5/7/2026).

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Bupati Malinau, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Festival Budaya Iraw Tengkayu ke-15 Tahun 2026 kembali menjadi bagian dari agenda Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, sebagai bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kota Tarakan di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir serta masyarakat yang memadati lokasi acara dengan penuh antusias untuk menyaksikan rangkaian prosesi budaya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan Festival Budaya Iraw Tengkayu akan terus dipertahankan sebagai upaya melestarikan budaya lokal dan pariwisata daerah.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berharap Kota Tarakan senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

Sementara mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., mengatakan pelarungan Padaw Tuju Dulung bukan sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang telah memberikan kehidupan dari generasi ke generasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat Suku Tidung yang tetap menjaga tradisi ini hingga kini. “Iraw Tengkayu telah diakui sebagai Warisan Budaya tak beda Indonesia dalam kategori ritus budaya, sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama,” kata Sanusi.

Sanusi menilai generasi muda memiliki peran penting agar tradisi tersebut tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Dengan memanfaatkan teknologi, seni dan media digital, budaya lokal dapat dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya. ***

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *