SAMARINDA – Menjelang Hari Raya IdulAdha 1447 Hijriah Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting). Upaya ini dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau di tengah meningkatnya permintaan konsumsi rumah tangga, khususnya komoditas daging sapi untuk kebutuhan kurban.
Hal tersebut dibahas dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur bertema “Jaga Stabilitas Pangan Kaltim Jelang Idul Adha” yang menghadirkan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur Ali Wardana, Kepala UPTD Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kota Samarinda Kartika Hatmisari, serta Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Gusti Noorlitiaria Achmad.
Kepala Bidang Perdagangan DPPKUKM Kaltim Ali Wardana mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kalimantan Timur, tidak hanya di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara rutin baik menjelang hari besar keagamaan maupun pada hari-hari biasa untuk mengetahui perkembangan harga dan mengantisipasi potensi kenaikan sejak dini. “Dari hasil pantauan kami, ketersediaan barang kebutuhan pokok masih cukup aman untuk beberapa bulan ke depan, khususnya menjelang Idul Adha. Sementara untuk harga memang fluktuatif, tetapi masih dalam kategori wajar,” ujarnya.
Ali menjelaskan, harga cabai yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan kini mulai menunjukkan tren penurunan sekitar 3,5 persen. Kondisi tersebut dinilai cukup melegakan masyarakat karena cabai menjadi salah satu komoditas penting dalam kebutuhan rumah tangga saat hari raya.
Selain itu, harga daging ayam di Kalimantan Timur juga masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Rata-rata harga ayam di pasaran saat ini berkisar Rp39 ribu per kilogram atau masih di bawah acuan harga sebesar Rp40 ribu per kilogram.
Sementara itu, komoditas yang menjadi perhatian utama saat ini adalah daging sapi. Ali menyebut peningkatan permintaan menjelang Iduladha membuat harga daging sempat mengalami kenaikan, khususnya di Samarinda. Ia menambahkan, data harga yang disampaikan pemerintah merupakan rata-rata harga dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, sehingga terdapat kemungkinan perbedaan harga antar daerah.
Di sisi lain, Kepala UPTD Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kota Samarinda Kartika Hatmisari menegaskan pihaknya bertugas memastikan daging yang dipasarkan kepada masyarakat dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal.
Kartika menjelaskan, Rumah Potong Hewan milik Pemerintah Kota Samarinda telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sehingga pengawasan terhadap proses pemotongan dan kualitas produk terus diperketat.
“RPH kami bertugas memastikan daging yang berasal dari rumah potong layak dikonsumsi masyarakat dan memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, serta halal,” katanya.
Saat ini, Kota Samarinda memiliki satu Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia milik pemerintah untuk sapi dan kerbau, serta masing-masing satu RPH unggas dan babi. Sementara untuk RPH swasta, seluruhnya diwajibkan memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai bentuk jaminan higienitas dan kualitas produk.
Kartika menyebut peningkatan permintaan daging menjelang IdulAdha tidak sebesar saat Ramadan dan Idulfitri. Sebab, pada momentum Iduladha masyarakat cenderung membeli hewan hidup untuk kurban dibandingkan membeli daging siap konsumsi.
Dengan pengawasan yang terus diperkuat, Pemprov Kaltim optimistis kebutuhan pangan masyarakat menjelang Iduladha dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.#













