BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan (BKPSDM) menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (12/02), di Aula BKPSDM Bulungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Gerbang BIsa (Gerakan Bulungan Berbahasa Isyarat) sebagai langkah nyata menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif.
Pelatihan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Yayasan Faqih Hasan Center selaku koordinator Tim Gerbang BIsa. Dalam pelaksanaannya, yayasan turut menggandeng komunitas teman tuli, termasuk Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) serta pengajar dari SLB Negeri Tanjung Selor sebagai mitra teknis.
Gerbang BIsa sendiri merupakan bagian dari program super prioritas Pemkab Bulungan, SIAP Pro Lansia dan Disabilitas. Program ini dirancang untuk mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif melalui pengenalan bahasa isyarat secara masif, dimulai dari lingkungan ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik.
Pelatihan difokuskan kepada ASN yang bertugas di lini pelayanan langsung kepada masyarakat. Peserta dibekali materi dasar bahasa isyarat, etika berkomunikasi dengan komunitas tuli, hingga simulasi pelayanan publik agar mampu mempraktikkan komunikasi yang ramah disabilitas secara langsung.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap setiap instansi nantinya memiliki ASN yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Dengan demikian, pelayanan kepada penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, dapat berjalan lebih efektif, setara, dan manusiawi.
Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan. Ke depan, Gerbang BIsa diharapkan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, sehingga semangat inklusi tidak hanya tumbuh di kantor pemerintahan, tetapi juga di seluruh lapisan masyarakat Bulungan. (*)













