BULUNGAN – Digelar di Kebun Raya Bunda Hayati, 14 Oktober 2025, suasana pertemuan dibuat santai namun sarat makna. Program ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyelaraskan arah pembangunan desa, khususnya dalam bidang lingkungan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Madugempada atau duduk bersama bukan hanya sekadar pertemuan, tapi wadah untuk menyatukan langkah — agar pemerintah, desa, dan mitra NGO berjalan dalam satu visi membangun Bulungan yang berkelanjutan,”.
Melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Bulungan menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan melalui program “Duduk Bersama Madugempada”, sebuah forum yang mempertemukan para kepala desa dengan Non Governmental Organization (NGO) mitra kerja Pemkab Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si memberikan arahan melalui forum ini, Non Governmental Organization (NGO) lingkungan juga difasilitasi untuk menarik pendanaan internasional serta membina masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, terutama di sekitar kawasan konservasi.
Lanjut Bupati sampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan 15 program prioritas daerah, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan di tingkat desa, konservasi lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Selain itu, Pemkab Bulungan memperkenalkan inovasi “PARADE DESA”, sebuah pendekatan baru untuk menyinkronkan program pembangunan desa dengan RPJMD Kabupaten Bulungan, agar arah pembangunan lebih terukur dan berkesinambungan.
Acara “Duduk Bersama Madugempada” diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun koordinasi, kolaborasi, dan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat sipil, menuju Bulungan yang berdaulat, unggul, melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan. @













