Penurunan Perahu Tuju Dulung di Rangkaian Festival Iraw Tengkayu XIV 2025

TARAKAN — Penurunan Padaw Tuju Dulung adalah ritual syukur yang dilakukan suku Tidung Pesisir di Tarakan Kalimantan Utara. Padaw Tuju Dulung merupakan perahu khas suku Tidung Pesisir. Di atas perahu terdapat bagian yang menyerupai rumah yang disebut juga dengan meligay.

Meligay digunakan untuk meletakkan sesaji yang akan disuguhkan. Tiap tahunnya ritual ini menjadi rangkaian dari Festival Iraw Tengkayu. Dengan memberikan sesaji ke laut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil yang didapatkan dari laut.

Kegiatan yang sama juga sering dilakukan dengan melakukan prosesi ritual pengobatan tradisional yang dinamakan dengan besitan. Jika pasien pengobatan tradisional telah sembuh dari penyakit yang dideritanya maka ritual tersebut diakhiri dengan cara memberikan sesaji yang diletakkan di wadah kemudian dihanyutkan ke laut. Pada upacara ini juga terdapat atraksi seni dan budaya seperti kesenian Tar/Hadrah, seni baca Kerangan, kesenian Kelintang, kesenian Jepin; dan kesenian Del Muluk.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Padaw tuju dulung berasal dari bahasa Tidung yang memiliki arti perahu tuju haluan. Pada bentuk haluannya, perahu tersebut memiliki tiga cabang. Cabang tengah bersusun tiga, sedangkan cabang kiri dan kanan masing-masing bersusun dua. Perahu tersebut memiliki panjang tujuh meter, sesuai jumlah hari dalam seminggu.

Di atas perahu terdapat bgian yang menyerupai rumah yang disebut juga dengan meligay. Di dalamnya diletakkan sesaji yang akan disuguhkan. Meligay sendiri berbentuk bujur sangkar dengan pintu di keempat sisinya dengan atap bersusun tiga.

Sementara Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menghadiri penurunan Padaw tuju dulung dan puncak acara Festival Iraw Tengkayu ke-14 Tahun 2025 yang digelar di Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal, Minggu (12/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme para tamu undangan dan masyarakat yang datang untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni, budaya, dan tradisi, mulai dari Tari Massal hingga Penurunan Padaw Tuju Dulung.

Pada momentum ini, Kementerian Pariwisiata dan Ekonomi Kreatif RI, melalui Asisten Deputi Event Daerah Kemenparekraf, menyerahkan piagam penghargaan Penetapan Festival Iraw Tengkayu sebagai 110 Event Terpilih Karisma Event Nusantara 2025.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Festival Iraw Tengkayu dapat semakin dikenal secara nasional maupun internasional. Selanjutnya, Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur festival budaya kebanggaan masyarakat Tarakan ini dapat terus terlaksana.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Forkopimda, para budayawan, tokoh adat, pelaku seni, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam mendukung keberlangsungan Iraw Tengkayu dari waktu ke waktu.

“Kehadiran kita hari ini dari berbagai penjuru dan identitas adalah cerminan indah dari Tarakan yang berwarna namun tetap satu,” ujar Wali Kota. Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak serta seluruh masyarakat yang turut memeriahkan Festival Iraw Tengkayu tahun ini dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Beliau berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam Festival Iraw Tengkayu dapat terus dipelihara, dan menjadi kekuatan dalam membangun Kota Tarakan sebagai Kota Cerdas yang bertumpu pada sektor Jasa, Perdagangan, Perikanan, Kelautan, serta Ekonomi Kreatif yang Berdaya Saing dan Maju menuju Masyarakat Sejahtera. @

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *