MAKASSAR (SB.COM) – Inequality (ketidakseimbangan) menjadi masalah utama dalam layanan kesehatan di Indonesia, juga terhadap akses kesehatan dan mutu layanan kesehatan. Ketidakseimbangan ini berdampak pada beban yang harus ditanggung oleh masyarakat umum, terutama dalam hal layanan kesehatan di rumah sakit.
Di era globalisasi, era disrupsi, kolaborasi menjadi solusi dalam meningkatkan layanan kesehatan di rumah sakit, baik kolaborasi antar institusi di level nasional maupun di level internasional. Kolaborasi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sehingga layanan kesehatan menjadi lebih baik untuk seluruh masyarakat.
Hal inilah upaya Pemkab Bulungan untuk meningkatkan pelayanan dan pengelolaan rumah sakit, dimana Pj Bupati Bulungan, H Haerumuddin, SH, MAP didampingi Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Iwan Sugiyanta, ST, MT, Kabag. Perekonomian dan SDA, Muhammad Saleh, S.E., Kepala Dinas Kesehatan, drg Imam Sudjono dan Direktur RSUD Soemarno Sosroatmodjo, dr. H. Widodo Darmo Sentono, Sp. JP., FIHA melaksanakan penjajakan kerjasama dengan Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar pada Senin (21/10).
Pjs Bupati Bulungan berharapkan kerjasama peningkatan pengelolaan rumah sakit tersebut terwujud di 2025. Diketahui, peningkatan pengelolaan rumah sakit sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan, serta mendukung kemandirian keuangan dan operasional rumah sakit.
Yaitu meliputi penguatan tata kelola dan manajemen, pengelolaan keuangan yang mandiri dan berkelanjutan, inovasi layanan kesehatan, penguatan kerjasama dan kemitraan, peningkatan kapasitas SDM, penguatan pengawasan dan regulasi serta optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Pjs Bupati berharap, rencana kerjasama tersebut dapat meningkatkan pengelolaan BLUD baik rumah sakit daerah maupun puskesmas di Kabupaten Bulungan. “Selain untuk mengembangkan terobosan baru layanan kesehatan dan inovasi riset terapan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, dan untuk menyiapkan dunia yang lebih aman dan lebih siap dalam menghadapi kesehatan global,” tambahnya.
Kolaborasi atau kerjasama antar institusi rumah sakit ini harapannya mampu meningkatkan sumber daya manusia melalui pengembangan kapasitas SDM. Mulai dari pendidikan formal maupun non formal atau pelatihan-pelatihan yang mampu meningkatkan skills dari tenaga kesehatan.
Peningkatan infrastruktur, saling berbagi dalam memenuhi fasilitas-fasilitas di suatu kewilayahan layanan kesehatan, distribusi pasien pada kasus-kasus emergensi, bencana atau outbreak, dan infrastruktur lainnya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih proposional dan seimbang. ***
Editor SB/AS.













